Tampilkan postingan dengan label Perminyakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perminyakan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Oktober 2012

KESIMPULAN ANALISIS PERCOBAAN FLUIDA RESERVOIR DI LABORATORIUM

Analisa Fluida Reservoar adalah tahapan analisa setelah minyak mentah atau crude oil diambil dari sumur. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kualitas minyak yang nantinya akan berpengaruh terhadap harga dari minyak yang dihasilkan pada suatu reservoir produksi tersebut.
          Kandungan air dari minyak perlu ditentukan, karena air formasi ini akan dipengaruhi spesific gravity atau oAPI dari minyak bumi. Penentuan kandungan air ini dengan Dean & Stack Method berdasarkan prinsip destilasi dan  kondensasi, sehingga yang terkondensasi minyak dan air. Sedangkan untuk menentukan kandungan endapan yang ikut terproduksi digunakan centrifuge method, dimana berdasarkan gravitynya maka air dan padatan (endapan) akan memisahkan diri. Hasil dari itu semua berguna untuk menentukan jenis separator yang akan digunakan.
         Penentuan spesific gravity dari minyak dan gas dilakukan untuk menentukan besarnya oAPI. Semakin kecil harga SG dari minyak maka semakin besar oAPI nya, sehingga minyak ini merupakan minyak ringan, begitu juga sebaliknya jika harga SG semakin besar maka harga oAPI semakin kecil sehingga minyak ini termasuk jenis minyak berat. karena antara SG dengan oAPI berbanding terbalik.

120
 
Penentuan titik beku, titik kabut, dan titik tuang sangat penting, karena dengan mengetahui hal itu, kita dapat membedakan minyak Low Pour Point Oil (LPPO) dan jenis minyak High Pour Point Oil (HPPO) juga bisa digunakan sebagai dasar untuk membuat desain peralatan produksi agar tercipta tingkat keamanan yang tinggi. Dengan mengetahui titik beku kita dapat menjaga minyak agar tidak membeku saat diletakkan pada tangki penampung dan juga pada pipa alir. Minyak merupakan fluida yang mudah terbakar, sehingga perlu mejaga kebakaran dari peralatan-peralatan minyak serta keselamatan para pekerja. Maka dilakukan penentuan dari titik bakar dan titik nyala dari minyak tersebut. Prinsipnya apabila minyak tersebut telah memiliki uap maka apabila kena api akan mudah terbakar.
Penentuan dari viscositas kinematik minyak perlu dilakukan untuk mengetahui volume minyak yang dapat terproduksikan kepermukaan per hari. Jika fluida semakin viskos maka akan sulit untuk mengalir, berbeda dengan fluida yang mempunyai viskositas kecil maka akan lebih mudah untuk mengalir.
 Penentuan tekanan uap (vapour pressure) dari minyak sangat perlu diketahui untuk mencegah meledaknya tangki karena tidak mampu menahan besarnya tekanan uap tersebut. Semakin mudah minyak menguap maka semakin mahal harga minyak tersebut.
         Analisa kimia dari air formasi sangat diperlukan untuk melakukan stimulasi dan work over, karena air formasi memiliki kandungan kimia yang banyak sehingga dapat menyebabkan scalling maupun korosif terhadap rangkaian pipa-pipa produksi, serta berguna untuk korelasi batuan dari sumur dengan mengetahui grafik dari diagram stiff.
Sehingga dari apa yang telah kita lakukan kita dapat mengambil suatu kesimpulan yang sangat penting yaitu :
  • SG tinggi -> µ tinggi -> oAPI rendah -> P rendah -> T rendah -> Gas sedikit -> tidak mudah terbakar -> titik bakar tinggi -> titik beku rendah, maka tergolong minyak berat.
  • SG rendah -> µ rendah -> oAPI tinggi -> P tinggi -> T tinggi -> Gas banyak -> mudah terbakar -> titik bakar rendah -> titik beku tinggi, maka tergolong minyak ringan.

Kamis, 01 Maret 2012

PEMBAHASAN ANALISIS PERCOBAAN FLUIDA RESERVOIR DI LABORATORIUM

Pada dasarnya semua percobaan yang dilakukan adalah untuk mengetahui kandungan air, adanya sedimen, vikositas, SG, titik beku, titik tuang, titik didih, tekanan uap dan sifat dari sir formasi. Fungsi dari penentuan dari semua itu adalah menentukan kualitas suatu minyak, desain peralatan produksi agar mempunyai tingkat keselamatan yang tinggi dan mencari keuntungan dalam penjualan. Jika kandungan airnya banyak maka mutu dari crude oil tersebut adalah buruk sehingga harga jualnya semakin rendah begitu juga sebaliknya. Pada percobaan Dean & Stark Method dalam penentuan kandungan air kita menggunakan toluena sebagai solventnya karena toluena disini berfungsi sebagai katalisator(mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi).
Dari percobaan penentuan kandungan air dan endapan dengan metode centrifuge pada prinsipnya bekerja dengan gaya centrifugal yang akan menyebabkan fluida yang berada didalam akan terlempar keluar sehingga fluida tersebut bisa memisah.
Pemisahan yang terjadi merupakan akibat dari adanya perbedaan densitas atau berat jenis dari masing-masing fase yang tidak sama, dimana minyak mempunyai harga densitas yang lebih ringan dibandingkan dengan densitas air dan padatan yang terbentuk sesuai dengan gaya centrifugenya serta gaya gravitasinya. Dan  dengan percobaan centrifuge tersebut kita dapat mengetahui pengaruh endapan dan kandungan air terhadap peralatan produksi yang dapat mengganggu kelancaran dalam proses produksi minyak.
117
 
Pada prinsipnya penentuan spesific gravity minyak atau crude oil ini, hasil yang didapat dari alat Hydrometer harus dikoreksi dengan menggunakan standart oAPI dan pada temperatur 60 oF (temperatur standart), tekanannya 14,7 psia, sedang bila tidak dilakukan dalam keadaan standart, maka harus dilakukan koreksi dengan menggunakan daftar table atau interpolasi. Sehingga pada percobaan tersebut sangat diperlukan  faktor ketelitian yang tinggi.
Penanganan minyak yang mempunyai titik beku yang tinggi akan lebih mudah apabila dibandingkan dengan minyak yang mempunyai titik beku rendah, pada minyak yang mempunyai titik beku yang rendah apabila berada dibawah temperatur normal maka akan cepat membeku dalam pipa apabila kita hanya menggunakan pipa biasa, dan hal ini tentu saja akan merugikan karena dimungkinkan akan terjadi penyumbatan-penyumbatan dalam pipa tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut maka dipasang pemanas pada jarak tertentu agar minyak tidak membeku dalam pipa.
Setelah dilakukan percobaan, ternyata minyak ringan memiliki titik bakar dan titik nyala yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan minyak berat, dan semakin viskos atau kental suatu cairan hidrokarbon khususnya minyak atau crude oil yang kita gunakan dalam percobaan ini maka titik nyala dan titik bakarnya akan semakin besar sehingga minyak akan sukar untuk terbakar.
Penentuan flash point dan fire point diperlukan kecermatan. Pada penentuan flash point, uashakan uap tidak keluar dengan menutup dengan rapat sehingga tekanan didalam akan naik. Pada saat penutup dibuka dan test fale didekatkan maka gas mulai terbakar.
Pada penentuan viskositas, hal yang paling penting adalah menghitung waktu yang diperlukan fluida untuk mengalir. Setelah dilakukan percobaan tentang viscositas ini maka kita dapat membuktikan bahwa harga viscositas minyak ringan selalu lebih kecil sehingga waktu yang diperlukan untuk mengalir juga relative lebih cepat, jika dibandingkan dengan harga viscositas dari minyak berat yang akan mempunyai waktu yang lama.
Tekanan merupakan suatu penunjuk bahwa sebuah materi akan mengembang didalam ruangan yang tertutup dan sangat penting bagi material dengan titik didih yang sangat rendah tidak bisa terdestilasikan pada kondisi tekanan atmosfer tanpa adanya penguapan yang besar. Pada storage tank sebaiknya diberikan ruang untuk berkumpulnya gas agar tank tersebut tidak meledak karena tidak kuat menahan tekanan dari gas tersebut.
Pengambilan contoh air formasi sebaiknya dilakukan pada kepala sumur atau wellhead atau separator dengan menggunakan pipa plastik yang lentur dan jangan sekali-kali menggunakan bahan dari tembaga karena bahan tersebut akan mudah larut. Peralatan yang digunakan harus bersih dari bekas-bekas noda.
Penelitian air formasi ini dapat kita gunakan sebagai informasi mengenai seberapa banyak kadar dari unsur-unsur yang terkandung dalam air formasi yang nantinya kita dapat menentukan apakah air formasi tersebut mempunyai sifat korosif ataupun bersifat scalling atau menghasilkan suatu endapan. Jika hal tersebut dibiarkan nanti akan menghambat aliran dalam pipa sehingga laju produksi yang dihasilkan menjadi berkurang. Dengan demikian, kita dapat menghindari kerusakan ataupun kerugian-kerugian khususnya yang terjadi pada pipa pemboran sebagai akibat adanya korosi ataupun pengendapan pada pipa pemboran tersebut.

ANALISA KIMIA AIR FORMASI

Air formasi biasanya disebut dengan oil field water atau connate water atau intertial  water adalah air yang ikut terproduksi bersama-sama dengan minyak dan gas. Air ini biasanya mengandung bermacam-macam garam dan asam, terutama NaCl sehingga merupakan air yang asam bahkan asam sekali.
Air formasi hampir selalu ditemukan didalam reservoir hidrokarbon karena memang dengan adanya air ini ikut menentukan terakumulasinya hidrokarbon didalam suatu akumulasi minyak, air selalu menempati sebagian dari suatu reservoir, minimal 10 % dan maksimal 100 % dari keseluruhan pori.
Air formasi selain berasal dari lapisan itu sendiri atau juga berasal dari air formasi dari lapisan lain yang masuk kedalam lapisan produktif, biasanya disebabkan    oleh :
a.       Penyemenan yang kurang baik.
b.      Kebocoran casing yang disebabkan oleh :
1.       Korosi pada casing.
2.       Sambungan kurang rapat.
3.       Pengaruh gaya tektonik rapat (patahan).
Sifat-sifat yang terkandung dalam air formasi :
1.       Sifat fisika,meliputi :
a.         Kompresibilitas
b.         Kelarutan gas didalam air
c.         Viscositas air.
d.        Berat jenis
e.         Konduktifitas.
2.       Sulfat kimiawi, meliputi :
a.        Ion-ion negatif. (Anion)
b.       Ion-ion positif.  (Kation)
Alkalinitas, CO3, HCO3, dan OH harus ditentukan ditempat pengambilan contoh, karena ion-ion ini tidak stabil (dapat mengurai) seiring dengan perubahan waktu dan suhu. Untuk itu, pH perlu diturunkan sampai 1 dengan asam garam. Penentuan kadar barium (Ba) harus  dilakukan   segera   setelah  contoh  diterima,  karena  unsur  BaSO4  terbatas kelarutannya, karena reaksi barium cepat dengan SO4, akan mengurangi konsentrasi barium dan akan menimbulkan kasalahan dalam penelitian. Selain dengan barium, SO4 juga cepat bereaksi dengan kalsium menjadi CaSO4 pada saat suhu turun.
Untuk mengetahui air formasi secara cepat dan praktis digunakan sistem klasifikasi dari air formasi air, hal ini dapat memudahkan pengerjaan pengindetifikasian sifat-sifat air formasi. Dimana kita dapat memplot hasil analisa air formasi tersebut kedalam grafik, hal ini akan memudahkan kita dalam korelasi terhadap lapisan-lapisan batuan dari sumur secara tepat..
Beberapa kegunaan yang paling penting dari analisa air formasi ini adalah :
a.          Untuk korelasi lapisan batuan
b.         Menentukan kebocoran casing
c.          Menentukan kualitas sumber air untuk proses water floding.
Dampak dari air formasi dapat dilihat pada grafik di bawah ini:


PENENTUAN SPECIFIC GRAVITY

Berat jenis adalah salah satu sifat fisika hidrokarbon yang dalam Teknik Perminyakan umumnya dinyatakan dalam Specific Gravity (SG) atau dengan ºAPI. Specific Gravity (SG) didefinisikan sebagai perbandingan antara densitas minyak dengan densitas air yang diukur pada  tekanan dan temperature standart (60 ºF dan 14,7 psia).
Hubungan antara ºAPI dengan Spesific Gravity (SG) adalah
Sedangkan penulisan SG adalah
 Penentuan berat jenis minyak ( crude oil ) dilakukan dengan alat hydrometer, dimana penunjuk specific gravity dapat dibaca langsung pada alat. Untuk temperatur yang lebih dari 60 ºF, perlu dilakukan koreksi dengan menggunakan chart yang ada. Kualitas dari minyak (minyak berat maupun minyak ringan) ditentukan salah satunya oleh specific gravity. Temperatur minyak mentah juga dapat mempengaruhi viskositas atau kekentalan minyak tersebut. Hal ini yang dijadikan dasar perlunya diadakan koreksi terhadap temperatur standart 60 ºF.
Sedangkan untuk menentukan Spesific Gravity gas, alat yang digunakan adalah effusiometer, dengan memasukkan gas kedalam alat  tersebut dan menghitung waktunya saat menekan air keluar dalam alat tersebut setelah sampai batas yang ditentukan, gas dihentikan sedangkan perhitungan waktunya juga dilakukan untuk kembalinya air didalam alat tersebut.
Kemudian melihat temperatur yang tertera di termometer. Untuk waktu yang tercatat T1 dan T2  dimasukkan rumus T1 / T2   =  T  ( true ) dan temperatur ºAPI. Kemudian mengkoreksi hingga menemukan  SG-nya. Penentuan SG gas sangat diperlukan mengingat gas yang terkandung dalam minyak berbeda-beda.
Gas yang terkandung dalam minyak tersebut dapat mempengaruhi harga minyak tersebut.
Harga  0 API untuk berat jenis minyak mentah (crude oil) antara lain :
- Minyak berat        =  10  –  20   0API
- Minyak sedang     =   20 – 30     0 API
- Minyak ringan      =  >  30          0API           
Specific Gravity dari minyak bumi adalah perbandingan antara berat yang diberikan oleh minyak bumi tersebut pada volume tertentu dengan berat air suling pada volume tertentu, dengan berat air suling pada volume yang sama dan diukur pada temperatur 60 0F.  Sedangkan 0API (Amercan Petroleoum Institute)  gravity minyak bumi menunjukkan kualitas minyak bumi tersebut berdasarkan standar dari Amerika.  Makin kecil berat jenis (SG) atau makin besar 0API-nya akan sedikit mengandung lilin atau residu aspal, atau paraffin.  Namun dewasa ini minyak berat dapat dibuat fraksi bensin lebih banyak dengan menggunakan metode Cracking dalam penyulingan, namun proses ini memerlukan banyak biaya.

PENENTUAN VISCOSITAS KINEMATIK SECARA COBA-COBA ( TENTATIVE METHOD )

Viskositas adalah ukuran ketahanan fluida terhadap aliran, atau dengan kata lain viskositas adalah ukuran keengganan fluida untuk mengalir, dengan satuan centi poise (cp).
Viskositas kinematik merupakan waktu aliran atau eflux timer teratur. Alat ini dikalibrasikan dengan suatu minyak standar yang mempunyai viskositas yang ditentukan dengan cara referensi terhadap air didalam Master Viskosimeter atau dengan perbandingan langsung dengan Viskosimeter yang dikalibrasikan secara teliti. Sample dengan volume tertentu dan temperatur tertentu dialirkan melalui pipa kapiler yang telah dikalibrasi dan waktunya telah diukur.
Viskositas dinamis atau viskositas absolut unit cgs dari viskositas dinamis (Va) adalah poise, yang mempunyai dimensi gram / cm / detik.
Viskositas kinematik (Vk) adalah viskositas dinamik dibagi dengan densitas (Va  / ρ ), dimana keduanya diukur pada temperatur yang sama.
Unit dari viskositas kinematik adalah stoke, yang mempunyai dimensi cm2/s, tetapi dalam industri perminyakan biasanya dinyatakan dengan centi stoke (stoke / 100).
Cairan Newtonian adalah cairan yang mempunyai perbandingan yang linier antara shear rate dengan shear stressnya.
Faktor yang mempengaruhi nilai viskositas, diantaranya:
1.      Temperature.
Semakin besar temperature suatu minyak maka nilai viskositasnya akan berkurang karena adanya proses penguapan.
2.      Tekanan.
Semakin besar tekanan suatu minyak maka nilai viskositasnya akan berkurang.
3.      Komposisi minyak.
Semakin banyak komposisi penyusun minyak maka minyak semakin berat dan semakin viskos karena oAPI semakin kecil dan harga SG semakin besar, sehingga fluida sulit untuk mengalir.

PENENTUAN VAPOUR PRESSURE

Penentuan harga tekanan uap ( vapour pressure ) adalah digunakan untuk menentukan harga tekanan uap atau gas dari minyak cair yang digunakan atau diproduksi pada temperatur 100˚ F.
Tekanan uap didefinisikan sebagai partikel tekanan uap yang berada dalam keseimbangan fasa cairannya. Keseimbangan dicapai dalam wadah tertutup yaitu bila molekul yang meninggalkan fasa cair tersebut. Keseimbangan ini disebut keseimbangan dinamis. Tekanan uap sebagai fungsi suhu, dimana suhunya makin tinggi semakinbesar energi kinetiknya, yang berbanding lurus. Sehingga makin banyak molekul yang meninggalkan fasa cair tersebut menjadi tekanan uap maka zat cair bertambah dengan kenaikan temperatur. Karena jumlah molekul uap bertambah dan molekul uap bertambah besar. Harga tekanan uap dapat ditentukan dengan beberapa metode salah satunya dengan metode langsung.

PENENTUAN TITIK KABUT, TITIK BEKU DAN TITIK TUANG

Perubahan keadaan suatu zat biasanya digambarkan dengan diagram fasa. Diagram fasa adalah grafik tekanan yang diplot dengan temperatur, yang memperlihatkan dalam keadaan bagaimana berbagai fasa itu terjadi
Pada proses transportasi dari formasi menuju ke permukaan, minyak mentah (crude oil) mengalami penurunan temperature , apabila hal ini tidak diperhatikan akan menyebabkan pembekuan minyak mentah  di dasar pipa sehingga tidak bisa mengalir dengan sempurna. Dalam hal ini kita harus bisa mengetahui kapan minyak mentah bisa mengalami pembekuan , agar dapat mengantisipasi dan berfikir bagaimana  cara yang terbaik agar minyak mentah mengalir dari formasi dengan lancer . Untuk itu, kita sangat perlu mengetahui berapa jumlah titik kabut , titik tuang dan titik beku dari suatu minyak mentah yang terproduksi.
Definisi titik kabut, titik tuang, dan titik beku adalah :
1.        Titik kabut adalah temperatur dimana lilin parafin atau padatan lain mulai mengkristal atau memisahkan diri dari larutan bila minyak didinginkan pada kondisi tertentu.
2.        Titik beku adalah temperatur terendah dimana minyak sudah tidak dapat bergerak lagi atau mengalir lagi.
3.        Titik tuang adalah temperatur terendah dimana minyak masih dapat dituang atau mengalir bila minyak tersebut didinginkan dengan tanpa diganggu pada kondisi yang ditentukan.
Titik kabut dan titik tuang berfungsi untuk mendeterminasi jumlah relatif kandungan lilin pada crude oil, namun tes ini tidak menyatakan jumlah kandungan lilin secara absolut, begitu juga kandungan materi solid lainnya di dalam minyak.

PENENTUAN KANDUNGAN AIR DAN ENDAPAN (BS & W) DENGAN CENTRIFUGE

Pada dasarnya setiap orang yang ikut dalam proses penanganan masalah air,penting untuk mengetahui:
·           Penyusun atau unsur-unsur yang terkandung dalam air dan sifat-sifatnya.
·           Informasi tentang penyusun atau unsur tersebut dan sifat dari air tersebut.
·           Metode analisa yang dipakai dalam analisa.
Penyusun utama air dan sifat-sifatnya yang penting untuk dipelajari adalah ion-ion dan sifat yang berhubungan dengan plugging dan korosi. Penyusun air serta sifatnya dapat dikemukakan sebagai berikut :

Tabel III-1.
Penyusun Air dan Sifatnya
KATION
ANION
SIFAT-SIFAT  pH
Calsium (Ca)
Chlorida (Cl)
Padatan yang tersuspensi
Magnesium (Mg)
Carbonat (CO3)
Padatan yang tersuspensi
Iron (Fe)
Bicarbonat (HCO3)
Turbidity

Sumur-sumur minyak atau crude oil yang dapat menghasilkan minyak yang bersih dengan hanya sejumlah zat-zat tambahan, tetapi dilain pihak sumur-sumur dapat menghasilkan air yang relative besar atau padatan yang jumlahnya besar pula. Sejumlah sumur akan sedikit sekali memproduksi gas, sedangkan yang lain banyak sekali memproduksi gas. Kemungkinan untuk memisahkan air dan padatan yang melayang-layang (suspensi) terutama karena permintaan dari perusahaan pipa minyak agar minyak atau crude oil yang dikehendaki ditransport tidak mengandung lebih dari 2%-3% air dan padatan.
Zat-zat padat yang terdapat dalam minyak atau crude oil biasanya adalah pasir dan serpih, yang mana pada umumnya terdapat pada  minyak-minyak atau crude oil  yang diproduksikan pada  formasi porous yang tak tersemenkan. Zat-zat padatan ini dapat menyebabkan gangguan dan kerugian pada produksi minyak atau crude oil.
Minyak yang kita produksi ke permukaan sering kali tercampur dengan sedimen-sedimen yang dapat mempengaruhi proses/laju produksi, untuk itu endapan tersebut haru dipisahkan dengan cara:
1.        Di Labolatorium
Dengan menggunakan metode centrifuge yaitu dengan menggunakan gaya centrifugal sehingga air, minyak dan endapan dapat terpisahkan.
2.        Di Lapangan
Kalau pemboran dilakukan di daratan maka dibuatkan kolam-kolam pengendapan, sedangkan jika pemboran di lepas pantai maka disamping dilakukan diseparator juga dilakukan pemisahan dengan zat-zat kimia tertentu.
Suatu suspensi atau campuran yang berada  pada  suatu tempat (tabung)  apabila diputar dengan kecepatan tertentu, dengan gaya centrifugal dan berat jenis yang berbeda akan saling pisah, dimana  zat dengan berat jenis yang lebih besar akan berada di bawah dan zat dengan berat jenis rendah berada di atas.
Metode  Centrifuge ini mempunyai kelebihan antara lain :
1.       Waktu  yang diperlukan untuk memisahkan air dan minyak serta endapan lain lebih singkat daripada Dean & Stark  Method.
2.       Pemindahan alat yang sangat mudah dilakukan.

PENENTUAN KANDUNGAN AIR DENGAN DEAN & STARK METHOD

Air mempunyai kemampuan untuk melarutkan banyak zat-zat organik. Air sering terkandung dalam minyak mentah atau crude oil sebagai fasa cair bersama dengan minyak atau gas yang terlarut didalamnya.
Air permukaan dan air produksi mengandung sejumlah zat yang dihasilkan oleh kontak air dengan tanah dan batuan formasi sehingga air melarutkan sejumlah komponen dari tanah dan batuan formasi tersebut. Selain itu air mengandung padatan yang tersuspensi dari gas yang terlarut.
Air dalam minyak dibedakan menjadi 2 macam, yaitu air bebas dan air emulsi. Air bebas merupakan air yang terbebaskan dari minyaknya. Air bebas dapat dipisahkan dengan mudah dari minyak melalui metode settling atau pengendapan dalam suatu tempat, dengan cara sentrifugal atau dicampur dengan toluene, atupun kerosene. Berbeda dengan minyak yang mempunyai kandungan air emulsi, yaitu air yang melayang-layang di dalam minyak (droplet), maka air emulsi memerlukan cara-cara khusus dalam penanggulangannya.
Emulsi merupakan system dimana 2 jenis zat cair yang tidak saling campur. Syarat emulsi (C.M.H. Robert) :
1.    Adanya dua zat yang tidak saling campur (air dengan minyak)
2.    Adanya emulsifying agent
3.    Adanya agitasi
Setelah mengetahui penyebab atau syarat terjadinya emulsi, maka hal-hal yang perlu diketahui selanjutnya ialah sifat-sifat emulsi itu sendiri,yaitu:
Ø  Umumnya kadar air emulsi cukup tinggi; hal ini disebabkan penguapan sejumlah air, gas alam sebelum terjadi emulsifikasi pada residu airnya. Kadar garam yang besar pada fasa cair berpengaruh besarpada gaya permukaan antara cairan minyak dan air.
Ø  Pengemulsian juga dipengaruhi oleh sifat-sifat minyak, semakin besar viscositasnya, residu karbon, dan dan tegangan permukaan minyak semakin terbentuk emulsi
Ø  Semakin lama emulsi terbentuk semakin susah untuk dipisahkan
Setelah memahami syarat-syarat terjadinya emulsi, kemudian sifat-sifat dari emulsi, maka akan mempermudahkita dalam proses pencegahan. Adapun cara mencegah terjadinya peristiwa emulsifikasi ini antara lain:
Ø  Memperkecil tingkat agitasi, misalnya dengan menggunakan anker pada sumur-sumur pompa, mengurangi kecepatan pompa, spasi plunger, dan pompa dianjurkan tenggelam
Ø  Penggunaan zat anti emulsifikasi
Ø  Pemisahan air sebelum terjadinya emulsifikasi
Disamping cara pencegahan emulsi diatas, kita juga dapat melakukan pemisahan jika telah terjadi emulsifikasi, yaitu dengan menggunakan metode-metode berikut:
Ø  Metode Gravitasi settling (gaya berat)
Ø  Metode pemanasan/heating (heat treatment)
Ø  Metode electric (electrical dehydration)
Ø  Metode kimiawi (chemistry dehydration)
Ø  Metode sentrifugal
Ø  Metode destilasi
Ø  Metode absorbsi
Untuk mengetahui kadar air dalam minyak ini dapat dilakukan dengan mengujinya dengan metode destilasi yang disebut dengan istilah Dean&Stark Method. Prinsip pengujian kadar  air ini adalah secara destilasi atau pemanasan fluida sample pada suhu tertentu hingga terjadi proses penguapan. Dengan adanya condenser, maka akan memungkinkan  terjadinya kondensasi dari uap yang ditimbulkan oleh pemanasan tadi, sehingga uap akan mengembun, dan akan tertampung didalam water trap, sehingga akan dapat diketahui volume air yang terlarut didalam crude oil tersebut.
Kandungan air ini perlu ditentukan agar bisa diketahui berapa prosentase kandungan air ini didalam minyak bumi melalui percobaan di laboratorium. Biasanya minyak bumi yang ditentukan kandungan airnya dengan cara ini berasal dari crude oil yang sudah ada didalam tangki. Salah satu fungsi dari penentuan kandungan air ini yaitu bisa dipakai untuk melihat kualitas crude oil yang nantinya akan dapat berhubungan dengan harga jualnya.
Jika kandungan airnya banyak maka mutu dari crude oil tersebut adalah jelek sehingga harga jualnya semakin rendah ataupun sebaliknya.

PENENTUAN FLASH POINT & FIRE POINT DENGAN TAG CLOSED TESTER

Flash point atau titik nyala adalah suhu terendah dimana minyak ( uap minyak ) dan produknya akan menyala apabila terkena percikan api kemudian akan mati kembali dengan cepat.
Minyak bumi yang mempunyai flash point terendah akan membahayakan, karena minyak tersebut mudah terbakar. Apabila minyak tersebut mempunyai titik nyala tinggi juga kurang baik, karena akan susah mengalami pembakaran. Tetapi jika  ditinjau dari segi keselamatan maka minyak yang baik mempunyai flash point yang tinggi karena tidak mudah terbakar.
Fire point adalah suhu terendah dimana uap minyak bumi dan produknya akan menyala dan terbakar secara terus-menerus jika terkena percikan api pada kondisi tertentu.
Flash point ditentukan dengan cara memanaskan sample dengan pemanasan yang tetap, setelah tercapai suhu tertentu maka minyak mentah akan menguap. Uap tersebut akan menyala jika test flame diarahkan pada uap tersebut sehingga akan terjadi semacam letupan kecil karena adanya tekanan pembakaran gas tersebut dan akan memadamkan api yang terdapat pada test flame. Inilah yang disebut dengan flash point.
Penentuan fire point ini adalah sebagai kelanjutan dari penentuan flash point dimana sample akan terbakar / menyala selama lebih kurang lima detik maka suhu pada saat itu disebut sebagai titik bakar ( fire point ) suatu minyak mentah. Penentuan titik nyala tidak dapat dilakukan pada produk-produk yang banyak mengandung volatile seperti gasolin dan solvent-solvent ringan, karena akan mudah terbakar.
Pada awalnya penentuan flash point dan fire point ini dimaksudkan untuk menentukan tingkat keamanan kerja, sehingga orang yang bekerja tidak merasa kuatir akan terjadinya kebakaran, akan tetapi pada perkembangannya digunakan untuk  mengetahui mudah tidaknya minyak tersebut bisa menguap.

ANALISA FLUIDA RESERVOIR

Analisa Fluida Reservoir adalah  tahapan analisa setelah minyak mentah atau crude oil diambil dari sumur. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kualitas minyak yang nantinya akan berpengaruh terhadap harga dari minyak yang dihasilkan pada suatu reservoir produksi tersebut.
Fluida formasi dari suatu lapisan produktif punya nilai ekonomis adalah minyak bumi atau crude oil, yang sering disebut dengan Fluida Reservoir. Fluida reservoir merupakan cairan yang terperangkap dalam suatu trap dimana cairan tersebut berasal dari source rock yang bermigrasi ke lapisan yang lebih porous (misal sandstone, carbonat). Cairan yang terperangkap tersebut terhalang oleh suatu cap yang menghalangi minyak bermigrasi kepermukaan. Cairan formasi dapat juga berasal dari kubah garam yang mempunyai kadar air formasi NaCl yang lebih tinggi. Tekanan statik dan temperatur reservoir merupakan faktor penentu besarnya fluida reservoir yang didapat jika lapisan diproduksikan.
Analisa terhadap fluida reservoir (antara lain minyak dan air) perlu dilakukan dilaboratorium karena hal ini berkaitan erat dengan metode produksi yang kita terapkan. Analisa dan pembahasan yang dilakukan dilaboratorium meliputi :
1.                  Penentuan kandungan air dengan Dean & Stark Method.    
2.                  Penentuan kandungan air dan endapan ( BS & W ) dengan Centrifuge tabung  besar.
3.                  Penentuan spesifik gravity.
4.                  Penentuan titik kabut, titik beku, dan titik tuang.     
5.                  Penentuan flash point dan fire point dengan Tag Closed Tester.
6.                  Penentuan viscositas kinematik secara coba-coba ( Tentaive Method ).        
7.                  Penentuan Vapour Pressure.
8.                  Analisa kimiawi air formasi.